TUGAS
PENGANTAR TEKNOLOGI FARMASI
SOLUTIO (LARUTAN)
OLEH:
Kelompok 1
Agnes Juwita (1648201004)
Ananda Jihan (1648201009)
Anggelia Pratiwi (1648201011)
Anggita Kresna Wardani (1648201013)
Annisa Rezi Ritami (1848201015)
Anggun Suntari (1848201016)
Dosen Pembimbing :
Apt. Barmi
Hartesi, M.Farm
PROGRAM STUDI FARMASI
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HARAPAN
IBU
JAMBI
TAHUN AJARAN 2020
A. PENGERTIAN LARUTAN
Larutan adalah sediaan cair yang mengandung bahan kimia terlarut, sebagai pelarut digunakan air suling kecuali dinyatakan lain(Anief, 2015) . Larutan adalah
suatu proses pembentukan termodinamika stabil, sistem homogen dari dua atau
lebih komponen itu dapat berupa gas, cair, padat. Larutan adalah campuran
homogennya disiapkan dengan melarutkan zat padat, zat cair, gas dalam cairan
lain (Fatmawaty, Nisa, & Rezki, 2015) .
Larutan adalah sediaan cair yang mengandung bahan kimia terlarut, sebagai pelarut digunakan air suling kecuali dinyatakan lain
Bila zat A dilarutkan dalam air atau pelarut lain
akan terjadi tipe larutan sebagai berikut (Pati, 2015) :
1. Larutan
encer, yaitu larutan yang mengandung sejumlah kecil zat A yang terlarut.
2. Larutan,
yaitu larutan yang mengandung sejumlah besat zat A ysng terlarut.
3. Larutan
jenuh, yaitu larutan yang mengandung jumlah maksimum zat A yang dapat larut
dalam air pada tekanan dan temperatur tertentu.
4. Larutan
lewat jenuh, yaitu larutan yang mengandung jumlah zat A yang terlarut melebihi
batas kelarutannya didalam air pada temperatur tertentu.
Zat pelarut disebut juga solvent,
sedangkan zat yang terlarut disebut solute. Solvent yang biasa dipakai adalah :
1. Air
untuk macam-mavcam garam
2. Spiritus,
misalnya untuk kamfer, iodium, menthol.
3. Gliserin,
misalnya untuk tannin, zat samak, borax, fenol.
4. Eter,
misalnya untuk kamfer, fosfor, sublimat.
5. Minyak,
misalnya untuk kamfer dan menthol.
6. Parafin
Liquidum, untuk cera, cetaceum, minyak-minyak, kamfer, menthol, chlorobutanol.
7. Eter
minyak tanah, untuk minyak-minyak lemak.
B. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kelarutan
1. Sifat
dari solute atau solvent.
Solute yang polar akan
larut dalam solvent yang polar pula. Misalnya garam-garam anorganik larut dalam
air. Solute yang nonpolar larut dalam solvent yang nonpolar pula. Misalnya
alkaloid basa (umunya senyawa organik) larut dalam chloroform.
2. Cosolvensi
Cosolvensi adalah
peristiwa kenaikan kelarutan suatu zat karena adanya penambahan pelarut lain
atau modifikasi pelarut. Misalnya Luminal tidak larut dalam air, tetapi larut
dalam campuran air-gliserin atau solution petit.
3. Kelarutan
Zat yang muda larut
memerlukan sedikit pelarut, zat yang sukar larut memerlukan banyak pelarut.
Kelarutan zat anorganik yang digunakan dalam farmasi umumnya adalah:
a. Dapat
larut dalam air
·
Semua garam klorida larut, kecuali AgCl,
PbCl2, Hg2Cl2
·
Semua garam nitrat larut, kecuali nitrat
base, seperti bismuthi subnitras.
·
Semua garam sulfat larut, kecuali BaSO4.
PbSO4, CaSO4(sedikit larut)
b. Tidak
larut dalam air
·
Semua garam karbonat tidak larut,
kecuali K2CO3, Na2CO3, (NH4)2CO3.
·
Semua oksida dan hidroksida tidak larut,
kecuali KOH, NaOH, NH4OH, BaO, dan Ba(OH)2.
·
Semua garam posphat tidak larut, kecuali
K3PO4, Na3PO3, (NH4)3PO4.
Kelarutan
suatu zat yang tidak diketahui secara pasti dapat dinyatakan dengan istilah
sebagai berikut:
Istilah Kelarutan
|
Jumlah bagian pelarut
yang diperlukan untuk melarutkan
|
Sangat mudah larut
|
Kurang dari 1
|
Mudah larut
|
1 – 10
|
Larut
|
10 – 30
|
Agak sukar larut
|
10 - 100
|
Sukar larut
|
100 - 1000
|
Sangat sukar larut
|
1000 – 10.000
|
Praktis tidak larut
|
Lebih dari 10.000
|
4. Temperatur
Zat padat umumnya
bertambah larut bila suhunya dinaikkan, zat tersebut dikatakan bersifat endoterm,
karena pada proses kelarutannya membutuhkan panas.
Zat terlarut + pelarut
+ panas àLarutan
Beberapa zat yang lain
justru kenaikan temperature menyebabkan tidak larut, zat teersebut dikatakan
bersifat eksoterm, karena pada proses kelarutannya menghasilkan panas.
Zat terlarut + pelarut + panas àLarutan
+ Panas
Contoh : K2SO4,
KOH, CaHPO4, Calsium gliseropospat, minyak atsiri, dan gas-gas yang
larut.
Berdasarkan pengaruh
ini maka beberapa sediaan farmasi tidak boleh dipanaskan, misalnya:
a. Zat-zat
yang atsiri, misalnya etanol, minyak atsiri
b. Zat
yang terurai, misalnya Natrii bicarbonas
c. Saturatio
d. Senyawa-senyawa
calcium, misalnya aqua calcis.
5. Salting
Out
Salting out adalah
peristiwa adanya zat terlarut tertentu yang mempunyai kelarutan lebih besar
disbanding zat utama, akan menyebabkan penurunan kelarutan zat utama atau
terbentuknya endapan karena ada reaksi kimia.
Contoh :
a. Kelarutan
minyak atsiri dalam air akan turun bila kedalam air tersebut ditambahkan
larutan NaCl jenuh. Disini kelarutan NaCl dalam air lebih besar dibanding
kelarutan minyak atsiri dalam air, maka minyak atsiri akan memisah.
b. Reaksi
antara papaverin Hcl dengan solution charcot menghasilkan endapan papaverin
base.
6. Salting
In
Salting In adalah
adanya zat terlarut tertentu yang menyebabkan kelarutan zat utama dalam solvent
menjadi lebih besar. Contohnya: riboflavin (vitamin B), tidak larut dalam air,
tetapi larut dalam larutan yang mengandung nicotinamidum (terjai penggaraman
riboflavin + basa NH4)
7. Pembentukan
kompleks
Pembentukan kompleks
adalah peristiwa terjadinya interaksi antara senyawa tak larut dengan zat yang
larut dengan membentuk garam kompleks.
Contohnya : Iodium
larut dalam larutan KI atau Nal jenuh
KI + I2 à KI3
HgI2 + 2KI à
K2Hgl4
Kecepatan kelarutan
dipengaruhi oleh:
·
Ukuran partikel, makin halus solute,
makin kecil ukuran partikel, makin luas permukaan solute yang kontak dengan
solvent, solute makin cepat larut.
·
Suhu, umumnya kenaikan suhu menambah
kelarutan solute.
·
Pengadukan
·
Larutan sebgai campuran homogeny
terdistribusi secara merata dalam sediaan pengobatan
·
Dosisnya lebih mudah divariasikan dengan
sediaan
·
Aksi obat yang cepat dapat terjadi
karena zat diabsorbsi dalam bentuk larutan
·
Lebih mudah diberikan pengaroma, pemanis
dan pewarna
·
Larutan lebih efektif dibandingan tablet
karena harus dihancurkan dalam tubuh sebelum diabsorbsi
·
Absorbsinya tidak terhambat meskipun
larutan berada dalam usu (berlawanan dengan bentuk sediaan padat dan suspensi)
·
Berapa obat mengiritasi lambung jika
diberikan dalam bentuk tablet/kapsul (iritasi ini dapat dikurangi jika obat
diberikan dalam larutan karena faktor pengenceran)
·
Keseragaman bobotnya pasti (berlawanan
dengan suspensi dan emulsi dimana dosis yang tidak seragam mungkin terjadi jika
pasien tidak mengocok botol dengan baik)
·
Penampakan larutan yang menarik dalam
wadah botol yang mengkilap memiliki manfaat psikologis
·
Larutan diabsorbsi lebih cepat
dibandingkan bentuk sediaan padat. Bentuk sediaan padat harus melarut terlebih
dahulu sebelum diabsorbsi oleh tubuh, dalam bentuk larutan proses absorbs
tersedia lebih cepat.
·
Dapat didesain untuk beberapa rute
absorbs misalnya sediaan parenteral, enema untuk sediaan rektal, topical untuk
pemberian lewat kulit dan sediaan mata.
D. Kerugian Larutan
·
Rasa obat lebih terasa dalam larutan
·
Jumlah pelarutan dan kekentalan
(fluiditas) larutan, memberikan bentuk pengobatan yang kurang praktis dibawa
dibandingkan sediaan kering atau pekat seperti serbuk atau tablet
·
Stabilitas obat dapat mengalami
penurunan dalam sediaan larutan karena proses solvolisis, hidrolisis dan
oksidasi, oleh karena itu larutan meiliki waktu kadaluarsa yang lebih cepat
dibandingkan sediaan padat
·
Kapsul atau tablet lebih muda dibawa
dibandingkan larutan
·
Larutan memerlukan wadah
·
Beberapa obat karena baud an rasanya
yang buruk sangat sulit dibuat larutan yang cocok
·
Tidak stabil dalam air
·
Massa dan sifat air larutan adalah 2
kerugian utama dari larutan
E. Macam-Macam Larutan.
Berdasarkan
kekuatan fisikokimia (Fatmawaty, Nisa, &
Rezki, 2015)
:
·
Larutan mikromolekuler, terdiri dari
unit-unit mikro berupa molekul atau ion seperti air, alkohol, ion Na, klorida
sukrosa, gliserin, dan lain-lain.
·
Larutan misellar, terdiri dari unit-unit
zat terlarut dari sistem agregat-agregat (misel) dari molekul-molekul atau ion
zat terlarut.
·
Larutan mikromolekuler, terdiri dari
unti unit zat terlarut dari sistem tersipersi secara molekuler sperti pada
larutan mikromolekuler.
Berdasarkan
kandungan zat terlarutnya :
·
Larutan encer, mengandung sejumlah
sangat kecil zat terlarut A dalam larutan.
·
Larutan pekat, mengandung sejumlah besar
zat A dalam larutan .
·
Larutan jenuh, mengandung sejumlah
maksimum dari zat A yang dapat melarut dalam air pada suhu kamar.
·
Larutan lewat jenuh, mengandung sejumlah
zat A yang melebihi batas kelarutan dalam air paa temperature kamar. Larutan
ini tidak stabil dan pengadukan dapat menyebabkan larutan ini menjadi larutan
jenuh.
Berdasarkan
sifat penggunaannya :
·
Secara oral seperti :
Ø Potiones
(obat minum) adalah solution yang dimaksud untuk pemakaian dalam (pel oral).
Selain berbentuk larutan potio dapat juga berbentuk emulsi atau suspensi.
Ø Elixir
adalah sediaan larutan yang mengandung bahan obat dan bahan tambahan (pemanis,
pengawet, pewarna, pewangi) sehingga memilki baud an rasa yang sedap dan
sebagai pelarut digunakan campuran air-etanol.
Ø Sirup,
ada 3 macam sirup yaitu: (Fickri, 2018)
-
Sirup simplex mengandung 65% gula dalam
larutan nipagin 0,25% b/v
-
Sirup obat mengandung satu atau lebih
jenis obat dengan atau tanpa zat tambahan digunakan untuk pengobatan.
-
Sirup pewngi tidak mengandung obat
tetapi mengandung zat pewangi atau penyedap lain. Penambahan sirup ini
bertujuan untuk menutup rasa atau bau obat yang tidak enak.
Ø Netralisasi,
saturasi dan potio effervescent
-
Netralisasi adalah obat minum yang
dibuat dengan mencampurkan bagian asam dan bagian basa sampai reaksi selesai
dan larutan bersifat netral. Contoh: solution citratis magnesici
- Saturation adalah obat minum yang dibuat
dengan mereaksikan asam dengan basa tetapi gas yang terjadi ditahan dalam wadah sehingga larutan jenuh dengan gas.
- Potio Effervescent adalah saturatio yang CO2nya lewat jenuh.
- Guttae (drop) atau obat tetes adalah sediaan cair berupa larutan, emulsi atau suspensi, apabila tidak dinyatakan lain dimaksudkan untuk obat dalam. digunakan dengan cara meneteskan menggunakan penetes yag menghasilkan tetesan yang setara dengan tetesan yang dihasilkan penetes baku yang disebut oleh Farmakope Indonesia. Biasanya obat diteteskan ke dalam makanan atau minuman atau dapat diteteskan langsung ke dalam mulut. dalam perdagangan dikenal pediatric drop yaitu obat tetes yang digunakan untuk anak-anak atau bayi.
Secara topical
- Collyrum adalah berupa larutan steril, jernih, bebas zat asing, isotonus, digunakann untuk membersihkan mata dapat ditambahkan zat dapar dan zat pengawet.
- Guttae ophthalmicae (tetes mata) adalah larutan steril bebas partikel asing merupakan sedian yang dibuat dan dikemas sedemikian rupa hingga sesuai digunakan pada mata.
- Gargarisma (gargle) atau obat kumur adalah sediaan berupa larutan umumnya dalam keadaan pekat yang harus diencerkan dahulu sebelum digunakan.
- Litus oris (oles bibir) adalah sediaan cair agak kental dan pemakaiannya secara disapukan dalam mulut.
- Guttae nasals (tetes hidung) adalah obat yang digunakan untuk hidung dengan cara meneteskan obat ke dalam rongga hidung.
- Inhalationes sediaan yang dimaksudkan untuk disedot hidung atau mulut atau disemprotkan dalam bentuk kabut ke dalam saluran pernafasan.
- Epithema/obat kompres, cairan yang dipakai untuk mendatangkan rasa dingin pada tempat yang sakit dan panas karena radang atau berdasarkan sifat perbedaan tekanan osmose, digunakan untuk mengeringkan luka bernah. Contoh: sol rivanol, campuran borwater-revanol.
- Potio Effervescent adalah saturatio yang CO2nya lewat jenuh.
- Guttae (drop) atau obat tetes adalah sediaan cair berupa larutan, emulsi atau suspensi, apabila tidak dinyatakan lain dimaksudkan untuk obat dalam. digunakan dengan cara meneteskan menggunakan penetes yag menghasilkan tetesan yang setara dengan tetesan yang dihasilkan penetes baku yang disebut oleh Farmakope Indonesia. Biasanya obat diteteskan ke dalam makanan atau minuman atau dapat diteteskan langsung ke dalam mulut. dalam perdagangan dikenal pediatric drop yaitu obat tetes yang digunakan untuk anak-anak atau bayi.
Secara topical
- Collyrum adalah berupa larutan steril, jernih, bebas zat asing, isotonus, digunakann untuk membersihkan mata dapat ditambahkan zat dapar dan zat pengawet.
- Guttae ophthalmicae (tetes mata) adalah larutan steril bebas partikel asing merupakan sedian yang dibuat dan dikemas sedemikian rupa hingga sesuai digunakan pada mata.
- Gargarisma (gargle) atau obat kumur adalah sediaan berupa larutan umumnya dalam keadaan pekat yang harus diencerkan dahulu sebelum digunakan.
- Litus oris (oles bibir) adalah sediaan cair agak kental dan pemakaiannya secara disapukan dalam mulut.
- Guttae nasals (tetes hidung) adalah obat yang digunakan untuk hidung dengan cara meneteskan obat ke dalam rongga hidung.
- Inhalationes sediaan yang dimaksudkan untuk disedot hidung atau mulut atau disemprotkan dalam bentuk kabut ke dalam saluran pernafasan.
- Epithema/obat kompres, cairan yang dipakai untuk mendatangkan rasa dingin pada tempat yang sakit dan panas karena radang atau berdasarkan sifat perbedaan tekanan osmose, digunakan untuk mengeringkan luka bernah. Contoh: sol rivanol, campuran borwater-revanol.
Berdasarkan
yang digunakan pada mulut dan tenggorkan tidak untuk ditelan :
Ø Gargle
adalah larutan encer kalau pekat diencerkan dulu dengan air, digunakan untuk
mengobati faring dan nasofaring dengan kekuatan udara dari paru-paru melalui
gargle yang disimpan dalam tenggorokan.
Ø Mouthwash
adalah sediaan cair paling sering digunakan untuk penyegar atau efek antiseptic
untuk mengontrol plak, memiliki efek anti bakteri, bersifat sementara. Pada
umunya gargle dan mouthwash mengandung antiseptik, antiinflamasi, antibiotic,
dan anastesi lokal.
Ø Mouthwash
biasanya hanya memiliki efek pembersih, penyegar, dan kosmetik.
Ø Gargle
adalah obat yang mengandung bahan yang konsentrasinya tinggi.
Ø Throat
paint adalah sediaan yang digunakan untuk interaksi mulut dan tenggorokan
contoh iodine paint untuk faringitis dan tonsillitis, kristal violet untuk
sariawan, fenol gliserin dilarutkan dengan volume sama dengan gliserol untuk
mengurangu efek terapetik dan mempunyai efek analgetik.
Ø Throat
spray (penyemprot tenggorokan) adalah sediaan yang mengandung antibitoik yang
digunakan untuk keadaan seperti laryngitis, paringitis, dan tonsillitis. Larutan
disemprotkan kedalam tenggorokan diharapkan untuk mengobati paru-paru, contoh
adrenalin dan atropine spray untuk pengobatan asma.
Ø Paint
adalah larutan yang digunakan untuk mensterilkan kulit pada ginekologi dimana
pelarut harus cepat diuapkan. Untuk infeksi jamur atau fungsi pembawanya adalah
air untuk Kristal violet (melarutkan) dan campuran air dan pelarut organic
untuk Kristal violet dan brilian green. Pelarut yang dipilih 50% dari alkohol
90%.
daftar
pustaka
Anief, M. (2015). Ilmu Meracik Obat.
Yogyakarta: UGM Press.
Fatmawaty, A., Nisa, M., & Rezki, R. (2015). Teknologi
Sediaan Farmasi. Yogyakarta: Deepublish Publisher.
Fickri, D. (2018). Formulasi dan Uj Stabilitas
Sediaan Sirup Anti Alergi dengan Bahan aktif Chlorpheniramin Maleat (CTM). Journal
of Pharmaseutical Care Anwar Medika, Vol. 1(1). Prodi Farmasi STIKES
Rumah Sakit Anwar Medika.
Pati, T. M. (2015). Ilmu Resep Teori Jilid II.
Yogyakarta: Deepublish Publisher.

Good good 👍
BalasHapusMakasih infonya sangat bermanfaat
BalasHapusSemoga paham ya😁
HapusWaw sangat bermanfaat sekali
BalasHapusBermanfaat nih, terimakasih
BalasHapusIzin share ya
BalasHapusIlmunya bermanfaat sekali, aku baru tau larutan itu gimana
BalasHapusHehe makasih yaa😁
HapusTerimakasih ya..
BalasHapusini sih benar benar bagus banget materinya ,aku suka bnget deh
BalasHapusHehe, semoga bermanfaat ya😁
Hapuskeren keren bermanfaat sekali
BalasHapusTerima kasih kakak😁
Hapusboleh juga untuk materinya
BalasHapusMakasih😁
HapusKeren. Mksh min, bermanfaat bgt
BalasHapusIya, sama sama😁
HapusMkasih infonya
BalasHapusApa yang membedakan antra obat larutan dengan obat biasa ,,, dan mana yang lebih bagus obat larutan dengN obat biasa knpa berikan alsan nya yang jelas ya
BalasHapusObat biasa maksudnya seperti tablet atau pil ya??
HapusNah, untuk larutan itu bersifat cair, sedangkan tablet/pil itu bersifat padat.
Nah, untuk yg mana bagus antara larutan dg tablet/pil itu sebenarnya sama2 bagus, dan kedua bentuk sediaan tersebut pastilah memiliki kelebihan dan kekurangannya.
Contohnya saja pada bayi dan anak2,mereka cendrung tidak mau minum obat karena rasanya pahit dan juga mereka belum bisa menelan pil. Untuk memudahkan mereka minum obat, makanya dibuat larutan seperti sirup yang rasanya manis dan disukai oleh anak2��
Terimakasih sudah bertanya��
Terimakasih, bisa jadi referensi nih
BalasHapusBoleh share ga min?
BalasHapusBoleh😊
HapusNice, aku suka blognya bermanfaat😊
BalasHapusTerima kasih atas info dan ilmunnya.info yang sangat bermanfaat
BalasHapusHehe, makasih😊
HapusOoo jadi begitu ya larutan tu, baru tau min. Sekarang aku udah tau gimana larutan dan jenis jenisnya
BalasHapusBagus ananda, tingkatkan lagi karyà tulisnya. Semoga tetap terus berkarya dan menyebarkan ilmu yg bermanfaat
BalasHapusMakasih min, sangat membantu saya dlm ngerjain tugas sekolah
BalasHapusBeda sirup sama elixir apa ya min??
BalasHapusPerbedaannya yaitu kalo sirup mengandung banyak gula sebagai pemanis dan tidak mengandung alkohol sedangkan elixir mengandung alkohol yang berguna melarutkan zat aktif yang sukar larut
HapusBagus dan menarik
BalasHapusGood��
BalasHapusSangat bermanfaat qaqa, terimakasih
BalasHapusBagus kak, tingkatkan lagi kreativitasnya
BalasHapusGood job!!!
BalasHapus