Selasa, 28 April 2020

SOLUTIO (LARUTAN)


TUGAS
PENGANTAR TEKNOLOGI FARMASI
SOLUTIO (LARUTAN)


OLEH:
Kelompok 1
Agnes Juwita (1648201004)
Ananda Jihan (1648201009)
Anggelia Pratiwi (1648201011)
Anggita Kresna Wardani (1648201013)
Annisa Rezi Ritami (1848201015)
Anggun Suntari (1848201016)

Dosen Pembimbing :
Apt. Barmi Hartesi, M.Farm

PROGRAM STUDI FARMASI
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HARAPAN IBU
JAMBI
TAHUN AJARAN 2020





A. PENGERTIAN LARUTAN
Larutan adalah sediaan cair yang mengandung bahan kimia terlarut, sebagai pelarut digunakan air suling kecuali dinyatakan lain (Anief, 2015). Larutan adalah suatu proses pembentukan termodinamika stabil, sistem homogen dari dua atau lebih komponen itu dapat berupa gas, cair, padat. Larutan adalah campuran homogennya disiapkan dengan melarutkan zat padat, zat cair, gas dalam cairan lain (Fatmawaty, Nisa, & Rezki, 2015).
Bila zat A dilarutkan dalam air atau pelarut lain akan terjadi tipe larutan sebagai berikut  (Pati, 2015):
1.      Larutan encer, yaitu larutan yang mengandung sejumlah kecil zat A yang terlarut.
2.      Larutan, yaitu larutan yang mengandung sejumlah besat zat A ysng terlarut.
3.      Larutan jenuh, yaitu larutan yang mengandung jumlah maksimum zat A yang dapat larut dalam air pada tekanan dan temperatur tertentu.
4.      Larutan lewat jenuh, yaitu larutan yang mengandung jumlah zat A yang terlarut melebihi batas kelarutannya didalam air pada temperatur tertentu.
Zat pelarut disebut juga solvent, sedangkan zat yang terlarut disebut solute. Solvent yang biasa dipakai adalah :
1.      Air untuk macam-mavcam garam
2.      Spiritus, misalnya untuk kamfer, iodium, menthol.
3.      Gliserin, misalnya untuk tannin, zat samak, borax, fenol.
4.      Eter, misalnya untuk kamfer, fosfor, sublimat.
5.      Minyak, misalnya untuk kamfer dan menthol.
6.      Parafin Liquidum, untuk cera, cetaceum, minyak-minyak, kamfer, menthol, chlorobutanol.
7.      Eter minyak tanah, untuk minyak-minyak lemak.
(Pati, 2015)


B. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kelarutan
1.      Sifat dari solute atau solvent.
Solute yang polar akan larut dalam solvent yang polar pula. Misalnya garam-garam anorganik larut dalam air. Solute yang nonpolar larut dalam solvent yang nonpolar pula. Misalnya alkaloid basa (umunya senyawa organik) larut dalam chloroform.
2.      Cosolvensi
Cosolvensi adalah peristiwa kenaikan kelarutan suatu zat karena adanya penambahan pelarut lain atau modifikasi pelarut. Misalnya Luminal tidak larut dalam air, tetapi larut dalam campuran air-gliserin atau solution petit.
3.      Kelarutan
Zat yang muda larut memerlukan sedikit pelarut, zat yang sukar larut memerlukan banyak pelarut. Kelarutan zat anorganik yang digunakan dalam farmasi umumnya adalah:
a.       Dapat larut dalam air
·         Semua garam klorida larut, kecuali AgCl, PbCl2, Hg2Cl2
·         Semua garam nitrat larut, kecuali nitrat base, seperti bismuthi subnitras.
·         Semua garam sulfat larut, kecuali BaSO4. PbSO4, CaSO4(sedikit larut)
b.      Tidak larut dalam air
·         Semua garam karbonat tidak larut, kecuali K2CO3, Na2CO3, (NH4)2CO3.
·         Semua oksida dan hidroksida tidak larut, kecuali KOH, NaOH, NH4OH, BaO, dan Ba(OH)2.
·         Semua garam posphat tidak larut, kecuali K3PO4, Na3PO3, (NH4)3PO4.
(Pati, 2015)

Kelarutan suatu zat yang tidak diketahui secara pasti dapat dinyatakan dengan istilah sebagai berikut:
Istilah Kelarutan
Jumlah bagian pelarut yang diperlukan untuk melarutkan
Sangat mudah larut
Kurang dari 1
Mudah larut
                            1 – 10
Larut
10 – 30
Agak sukar larut
10 - 100
Sukar larut
100 - 1000
Sangat sukar larut
1000 – 10.000
Praktis tidak larut
Lebih dari 10.000
(Anief, 2015)

4.      Temperatur
Zat padat umumnya bertambah larut bila suhunya dinaikkan, zat tersebut dikatakan bersifat endoterm, karena pada proses kelarutannya membutuhkan panas.
Zat terlarut + pelarut + panas àLarutan
Beberapa zat yang lain justru kenaikan temperature menyebabkan tidak larut, zat teersebut dikatakan bersifat eksoterm, karena pada proses kelarutannya menghasilkan panas.
                  Zat terlarut + pelarut + panas àLarutan + Panas
Contoh : K2SO4, KOH, CaHPO4, Calsium gliseropospat, minyak atsiri, dan gas-gas yang larut.
Berdasarkan pengaruh ini maka beberapa sediaan farmasi tidak boleh dipanaskan, misalnya:
a.       Zat-zat yang atsiri, misalnya etanol, minyak atsiri
b.      Zat yang terurai, misalnya Natrii bicarbonas
c.       Saturatio
d.      Senyawa-senyawa calcium, misalnya aqua calcis.

5.      Salting Out
Salting out adalah peristiwa adanya zat terlarut tertentu yang mempunyai kelarutan lebih besar disbanding zat utama, akan menyebabkan penurunan kelarutan zat utama atau terbentuknya endapan karena ada reaksi kimia.
Contoh :
a.       Kelarutan minyak atsiri dalam air akan turun bila kedalam air tersebut ditambahkan larutan NaCl jenuh. Disini kelarutan NaCl dalam air lebih besar dibanding kelarutan minyak atsiri dalam air, maka minyak atsiri akan memisah.
b.      Reaksi antara papaverin Hcl dengan solution charcot menghasilkan endapan papaverin base.

6.      Salting In
Salting In adalah adanya zat terlarut tertentu yang menyebabkan kelarutan zat utama dalam solvent menjadi lebih besar. Contohnya: riboflavin (vitamin B), tidak larut dalam air, tetapi larut dalam larutan yang mengandung nicotinamidum (terjai penggaraman riboflavin + basa NH4)

7.      Pembentukan kompleks
Pembentukan kompleks adalah peristiwa terjadinya interaksi antara senyawa tak larut dengan zat yang larut dengan membentuk garam kompleks.
Contohnya : Iodium larut dalam larutan KI atau Nal jenuh
KI     + I2    à KI3
HgI2  + 2KI à K2Hgl4

Kecepatan kelarutan dipengaruhi oleh:
·         Ukuran partikel, makin halus solute, makin kecil ukuran partikel, makin luas permukaan solute yang kontak dengan solvent, solute makin cepat larut.
·         Suhu, umumnya kenaikan suhu menambah kelarutan solute.
·         Pengadukan
(Pati, 2015)


C. Keuntungan Larutan
·         Larutan sebgai campuran homogeny terdistribusi secara merata dalam sediaan pengobatan
·         Dosisnya lebih mudah divariasikan dengan sediaan
·         Aksi obat yang cepat dapat terjadi karena zat diabsorbsi dalam bentuk larutan
·         Lebih mudah diberikan pengaroma, pemanis dan pewarna
·         Larutan lebih efektif dibandingan tablet karena harus dihancurkan dalam tubuh sebelum diabsorbsi
·         Absorbsinya tidak terhambat meskipun larutan berada dalam usu (berlawanan dengan bentuk sediaan padat dan suspensi)
·         Berapa obat mengiritasi lambung jika diberikan dalam bentuk tablet/kapsul (iritasi ini dapat dikurangi jika obat diberikan dalam larutan karena faktor pengenceran)
·         Keseragaman bobotnya pasti (berlawanan dengan suspensi dan emulsi dimana dosis yang tidak seragam mungkin terjadi jika pasien tidak mengocok botol dengan baik)
·         Penampakan larutan yang menarik dalam wadah botol yang mengkilap memiliki manfaat psikologis
·         Larutan diabsorbsi lebih cepat dibandingkan bentuk sediaan padat. Bentuk sediaan padat harus melarut terlebih dahulu sebelum diabsorbsi oleh tubuh, dalam bentuk larutan proses absorbs tersedia lebih cepat.
·         Dapat didesain untuk beberapa rute absorbs misalnya sediaan parenteral, enema untuk sediaan rektal, topical untuk pemberian lewat kulit dan sediaan mata.


D. Kerugian Larutan
·         Rasa obat lebih terasa dalam larutan
·         Jumlah pelarutan dan kekentalan (fluiditas) larutan, memberikan bentuk pengobatan yang kurang praktis dibawa dibandingkan sediaan kering atau pekat seperti serbuk atau tablet
·         Stabilitas obat dapat mengalami penurunan dalam sediaan larutan karena proses solvolisis, hidrolisis dan oksidasi, oleh karena itu larutan meiliki waktu kadaluarsa yang lebih cepat dibandingkan sediaan padat
·         Kapsul atau tablet lebih muda dibawa dibandingkan larutan
·         Larutan memerlukan wadah
·         Beberapa obat karena baud an rasanya yang buruk sangat sulit dibuat larutan yang cocok
·         Tidak stabil dalam air
·         Massa dan sifat air larutan adalah 2 kerugian utama dari larutan
(Fatmawaty, Nisa, & Rezki, 2015)


E. Macam-Macam Larutan.
Berdasarkan kekuatan fisikokimia (Fatmawaty, Nisa, & Rezki, 2015) :
·         Larutan mikromolekuler, terdiri dari unit-unit mikro berupa molekul atau ion seperti air, alkohol, ion Na, klorida sukrosa, gliserin, dan lain-lain.
·         Larutan misellar, terdiri dari unit-unit zat terlarut dari sistem agregat-agregat (misel) dari molekul-molekul atau ion zat terlarut.
·         Larutan mikromolekuler, terdiri dari unti unit zat terlarut dari sistem tersipersi secara molekuler sperti pada larutan mikromolekuler.
Berdasarkan kandungan zat terlarutnya :
·         Larutan encer, mengandung sejumlah sangat kecil zat terlarut A dalam larutan.
·         Larutan pekat, mengandung sejumlah besar zat A dalam larutan .
·         Larutan jenuh, mengandung sejumlah maksimum dari zat A yang dapat melarut dalam air pada suhu kamar.
·         Larutan lewat jenuh, mengandung sejumlah zat A yang melebihi batas kelarutan dalam air paa temperature kamar. Larutan ini tidak stabil dan pengadukan dapat menyebabkan larutan ini menjadi larutan jenuh.

Berdasarkan sifat penggunaannya :
·         Secara oral seperti :
Ø  Potiones (obat minum) adalah solution yang dimaksud untuk pemakaian dalam (pel oral). Selain berbentuk larutan potio dapat juga berbentuk emulsi atau suspensi.
Ø  Elixir adalah sediaan larutan yang mengandung bahan obat dan bahan tambahan (pemanis, pengawet, pewarna, pewangi) sehingga memilki baud an rasa yang sedap dan sebagai pelarut digunakan campuran air-etanol.
Ø  Sirup, ada 3 macam sirup yaitu: (Fickri, 2018)
-          Sirup simplex mengandung 65% gula dalam larutan nipagin 0,25% b/v
-          Sirup obat mengandung satu atau lebih jenis obat dengan atau tanpa zat tambahan digunakan untuk pengobatan.
-          Sirup pewngi tidak mengandung obat tetapi mengandung zat pewangi atau penyedap lain. Penambahan sirup ini bertujuan untuk menutup rasa atau bau obat yang tidak enak.
Ø  Netralisasi, saturasi dan potio effervescent
-          Netralisasi adalah obat minum yang dibuat dengan mencampurkan bagian asam dan bagian basa sampai reaksi selesai dan larutan bersifat netral. Contoh: solution citratis magnesici
-     Saturation adalah obat minum yang dibuat dengan mereaksikan asam dengan basa tetapi gas yang terjadi ditahan dalam wadah sehingga larutan jenuh dengan gas.
-     Potio Effervescent adalah saturatio yang CO2nya lewat jenuh.
-     Guttae (drop) atau obat tetes adalah sediaan cair berupa larutan, emulsi atau suspensi, apabila tidak dinyatakan lain dimaksudkan untuk obat dalam. digunakan dengan cara meneteskan menggunakan penetes yag menghasilkan tetesan yang setara dengan tetesan yang dihasilkan penetes baku yang disebut oleh Farmakope Indonesia. Biasanya obat diteteskan ke dalam makanan atau minuman atau dapat diteteskan langsung ke dalam mulut. dalam perdagangan dikenal pediatric drop yaitu obat tetes yang digunakan untuk anak-anak atau bayi.

Secara topical
-          Collyrum adalah berupa larutan steril, jernih, bebas zat asing, isotonus, digunakann untuk membersihkan mata dapat ditambahkan zat dapar dan zat pengawet.
-          Guttae ophthalmicae (tetes mata) adalah larutan steril bebas partikel asing merupakan sedian yang dibuat dan dikemas sedemikian rupa hingga sesuai digunakan pada mata.
-          Gargarisma (gargle) atau obat kumur adalah sediaan berupa larutan umumnya dalam keadaan pekat yang harus diencerkan dahulu sebelum digunakan.
-          Litus oris (oles bibir) adalah sediaan cair agak kental dan pemakaiannya secara disapukan dalam mulut.
-          Guttae nasals (tetes hidung) adalah obat yang digunakan untuk hidung dengan cara meneteskan obat ke dalam rongga hidung.
-          Inhalationes sediaan yang dimaksudkan untuk disedot hidung atau mulut atau disemprotkan dalam bentuk kabut ke dalam saluran pernafasan.
-          Epithema/obat kompres, cairan yang dipakai untuk mendatangkan rasa dingin pada tempat yang sakit dan panas karena radang atau berdasarkan sifat perbedaan tekanan osmose, digunakan untuk mengeringkan luka bernah. Contoh: sol rivanol, campuran borwater-revanol.

Berdasarkan yang digunakan pada mulut dan tenggorkan tidak untuk ditelan :
Ø  Gargle adalah larutan encer kalau pekat diencerkan dulu dengan air, digunakan untuk mengobati faring dan nasofaring dengan kekuatan udara dari paru-paru melalui gargle yang disimpan dalam tenggorokan.
Ø  Mouthwash adalah sediaan cair paling sering digunakan untuk penyegar atau efek antiseptic untuk mengontrol plak, memiliki efek anti bakteri, bersifat sementara. Pada umunya gargle dan mouthwash mengandung antiseptik, antiinflamasi, antibiotic, dan anastesi lokal.
Ø  Mouthwash biasanya hanya memiliki efek pembersih, penyegar, dan kosmetik.
Ø  Gargle adalah obat yang mengandung bahan yang konsentrasinya tinggi.
Ø  Throat paint adalah sediaan yang digunakan untuk interaksi mulut dan tenggorokan contoh iodine paint untuk faringitis dan tonsillitis, kristal violet untuk sariawan, fenol gliserin dilarutkan dengan volume sama dengan gliserol untuk mengurangu efek terapetik dan mempunyai efek analgetik.
Ø  Throat spray (penyemprot tenggorokan) adalah sediaan yang mengandung antibitoik yang digunakan untuk keadaan seperti laryngitis, paringitis, dan tonsillitis. Larutan disemprotkan kedalam tenggorokan diharapkan untuk mengobati paru-paru, contoh adrenalin dan atropine spray untuk pengobatan asma.
Ø  Paint adalah larutan yang digunakan untuk mensterilkan kulit pada ginekologi dimana pelarut harus cepat diuapkan. Untuk infeksi jamur atau fungsi pembawanya adalah air untuk Kristal violet (melarutkan) dan campuran air dan pelarut organic untuk Kristal violet dan brilian green. Pelarut yang dipilih 50% dari alkohol 90%.

daftar pustaka


Anief, M. (2015). Ilmu Meracik Obat. Yogyakarta: UGM Press.
Fatmawaty, A., Nisa, M., & Rezki, R. (2015). Teknologi Sediaan Farmasi. Yogyakarta: Deepublish Publisher.
Fickri, D. (2018). Formulasi dan Uj Stabilitas Sediaan Sirup Anti Alergi dengan Bahan aktif Chlorpheniramin Maleat (CTM). Journal of Pharmaseutical Care Anwar Medika, Vol. 1(1). Prodi Farmasi STIKES Rumah Sakit Anwar Medika.
Pati, T. M. (2015). Ilmu Resep Teori Jilid II. Yogyakarta: Deepublish Publisher.




36 komentar:

  1. Makasih infonya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  2. Waw sangat bermanfaat sekali

    BalasHapus
  3. Ilmunya bermanfaat sekali, aku baru tau larutan itu gimana

    BalasHapus
  4. ini sih benar benar bagus banget materinya ,aku suka bnget deh

    BalasHapus
  5. keren keren bermanfaat sekali

    BalasHapus
  6. Keren. Mksh min, bermanfaat bgt

    BalasHapus
  7. Apa yang membedakan antra obat larutan dengan obat biasa ,,, dan mana yang lebih bagus obat larutan dengN obat biasa knpa berikan alsan nya yang jelas ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Obat biasa maksudnya seperti tablet atau pil ya??
      Nah, untuk larutan itu bersifat cair, sedangkan tablet/pil itu bersifat padat.
      Nah, untuk yg mana bagus antara larutan dg tablet/pil itu sebenarnya sama2 bagus, dan kedua bentuk sediaan tersebut pastilah memiliki kelebihan dan kekurangannya.
      Contohnya saja pada bayi dan anak2,mereka cendrung tidak mau minum obat karena rasanya pahit dan juga mereka belum bisa menelan pil. Untuk memudahkan mereka minum obat, makanya dibuat larutan seperti sirup yang rasanya manis dan disukai oleh anak2��
      Terimakasih sudah bertanya��

      Hapus
  8. Terimakasih, bisa jadi referensi nih

    BalasHapus
  9. Nice, aku suka blognya bermanfaat😊

    BalasHapus
  10. Terima kasih atas info dan ilmunnya.info yang sangat bermanfaat

    BalasHapus
  11. Ooo jadi begitu ya larutan tu, baru tau min. Sekarang aku udah tau gimana larutan dan jenis jenisnya

    BalasHapus
  12. Bagus ananda, tingkatkan lagi karyà tulisnya. Semoga tetap terus berkarya dan menyebarkan ilmu yg bermanfaat

    BalasHapus
  13. Makasih min, sangat membantu saya dlm ngerjain tugas sekolah

    BalasHapus
  14. Beda sirup sama elixir apa ya min??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perbedaannya yaitu kalo sirup mengandung banyak gula sebagai pemanis dan tidak mengandung alkohol sedangkan elixir mengandung alkohol yang berguna melarutkan zat aktif yang sukar larut

      Hapus
  15. Bagus dan menarik

    BalasHapus
  16. Sangat bermanfaat qaqa, terimakasih

    BalasHapus
  17. Bagus kak, tingkatkan lagi kreativitasnya

    BalasHapus